Jumat, 18 Februari 2011

JOHANNERS RACH

Johannes Rach

Johannes Rach (lahir di Kopenhagen, Denmark, 1720; meninggal di Batavia,4 Agustus 1783) adalah seorang pelukis Denmark zaman kolonial Hindia-Belanda yang banyak melukis pemandangan Indonesia. Ia lahir tahun 1720 di Kopenhagen, Denmark, sebagai anak seorang pemilik losmen. Setelah berlatih di bawah pengawasan pelukis istanaDenmark yang bernama Wickman, Johannes bekerja sebagai pelukis gedung di Rusia, Swedia, dan istana Denmark. Selain lukisan topografi, ia membuat lukisan perspektif dan lukisan diam.
Awal 1750-an Johannes pindah ke Belanda. Ia bekerja sebagai pelukis di Haarlem. Bulan April 1756 ia menikahi Maria Wilhelmina Valenzijn. Tahun berikutnya ia mempunyai putri yang diberi nama Christina Maria. Mungkin disebabkan karena ketidakpuasan atas pekerjaannya di Belanda, maka Johannes pindah ke Asia tahun 1762 dan bekerja sebagai prajurit penembak di bawah VOC. Istri dan putrinya ditinggal di Amsterdam. Dalam perjalanannya dia membuat beberapa lukisan topografis, di antaranya adalah lukisan Tanjung Harapan. 
Di Batavia, Johannes memiliki karier cemerlang di militer. Pada saat bersamaan bakat melukisnya sebagai pelukis topografis semakin berkembang. Kaum elit lokal memesan gambar-gambar rumah vila mereka di luar Batavia. Pemesan lain memesan lukisan jalanan dan pemandangan alam. Untuk memenuhi pesanan-pesanan ini, Johannes merekrut asisten-asisten yang bekerja menurut gaya lukisannya. Asisten-asisten yang tidak diketahui ini kemungkinan besar yang melukis banyak lukisan yang dilukisnya di Jawa. Johannes dan studio lukisnya mengabadikan kota Batavia sebagaimana adanya pada paro waktu kedua abad ke-18. Selain itu lukisan-lukisannya menggambarkan daerah sekitar Batavia, termasuk Buitenzorg (Bogor), kota-kota pesisir utara Jawa, beberapa kota di Sri Lanka dan pemukiman-pemukiman VOC lainnya di Asia.
Walaupun Johannes bekerja sebagai pelukis di negara asalnya Denmark dan di Belanda, nampaknya ia hanya membuat ‘lukisan basah’ di Batavia. Lukisan-lukisan ini dibuat dari kertas berkualitas bagus yang diimpor dari Belanda dengan kuas, tinta Tiongkok, dan air. Tidak seperti kebanyakan artis yang bekerja padanya, Johannes langsung melukis di atas kertas kanvas tanpa sketsa terlebih dahulu, namun biasanya menggunakan halaman bantuan untuk membentuk sudut pandang. Ia memiliki talenta khusus untuk menggambarkan arsitektur pada waktu subuh dengan cahaya tropis di Batavia. Figur-figur dan pemandangan yang ia tambahkan ke lukisannya nampaknya ditambahkan pada tahap akhir, seringkali secara kentara untuk memperkuat komposisi gambarnya.
Johannes Rach meninggal tanggal 4 Agustus 1783 di Batavia, di rumahnya di Roea Malakka (disebut Roa Malaka saat ini). Di sana ia memiliki rumah yang nyaman karena posisinya di masyarakat, termasuk di dalamnya sejumlah budak domestik, kuda dan kereta kuda. Setelah ia meninggal, ia meninggalkan warisan yang cukup besar untuk istri dan putrinya di Amsterdam. Johannes Rach dimakamkan di makam Gereja Belanda yang sekarang merupakan lokasi Taman Fatahillah. Walaupun ia merupakan anggota Gereja Reform, namun ia meminta pastor Lutheran dan temannya sesama pelukis gedung, Jan Brandes untuk menemaninya di samping tempat tidurnya pada saat-saat terakhirnya.
Pada zaman itu, Gereja Lutheran dan Reform merupakan dua agama Protestan yang berbeda. Johannes yang berasal dari Denmark yang mayoritas adalah Lutheran, semestinya dibesarkan secara Lutheran. Ketika ia tiba di Batavia tahun 1762, Gereja Reform adalah satu-satunya agama resmi dan memimpin. Hanya pada akhir-akhir hayatnya gereja Lutheran diperbolehkan (ajaran Lutheran pertama kali tiba tahun 1746). Karena kesempatan kerja untuk jemaat anggota Gereja Reform lebih banyak, maka pendatang baru biasanya bergabung dengan Gereja Reform Belanda, meskipun mereka dari ajaran agama yang berbeda. Karena Johannes juga melakukan hal yang sama, hal tersebut mengindikasikan bahwa ia mementingkan karier lebih daripada ajaran/denominasi agama, paling tidak selama ia hidup.
Hal tersebut adalah salah satu dari sedikit aspek yang diketahui tentang diri Johannes Rach. Salah satu kelebihannya yang lain, adalah keahlian dagangnya. Johannes menggunakan posisi terpandangnya di masyarakat untuk menjual banyak lukisannya. Dilihat dari ada beberapa kopi dari sebuah lukisan pemandangannya, ia telah berhasil mengorganisasikan suatu prosedur standar penjiplakan lukisannya. Salinan lukisan ini dapat disesuaikan dengan selera pembeli dengan tambahan gambar atau warna, sesuai keinginan pembelinya.
Batavia Townhall 1770; Painting of Johannes Rach
Hal lain yang dapat diketahui dari lukisan-lukisannya adalah bahwa ia memiliki selera humor. Lukisan-lukisannya kadang-kadang menggambarkan situasi karikatur, yang pasti dianggap lucu pada saat itu, seperti prajurit yang kencing atau pelaut yang muntah. Lebih daripada itu tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan Johannes Rach, apalagi pribadinya. Johannes bukanlah satu-satunya pelukis gedung yang bekerja di Asia pada masa itu. Beberapa artis lain, biasanya bekerja pada VOC, diketahui menggambarkan Asia yang eksotis dari sudut pandang orang-orang Barat yang baru datang. Beberapa pelukis gedung lain, seperti Robert Jacob Gordon (1743-1795), Frederik Reimer (1796) dan Jan Brandes (1743-1808), besar kemungkinannya dikenal oleh Johannes.

CHAT BOX


ShoutMix chat widget
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More